Blog
Meneladani Pengorbanan Yesus di Paskah

31 Maret, 2024
“Akan Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Roman 5:8 TB
Kisah Hari Raya Paskah

Untuk memperingati kemenangan Yesus atas dosa dan kematian, serta simbol kasih Allah yang besar terhadap kita para umat manusia, setiap hari Minggu pertama setelah bulan purnama merah muda selalu diperingati sebagai hari Paskah. Hari Paskah diperingati sebagai hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian-Nya yang diperingati tiga hari setelah Dia disalibkan.
Kita dapat mendengar kisah penyaliban Yesus dari salah satu ayat Lukas 23:33-43, yang berbunyi:
Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: ”Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: ”Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: ”Inilah raja orang Yahudi”.
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: ”Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: ”Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Dari ayat di atas kita bisa melihat begitu besar kasih Allah pada kita para umat manusia yang telah melakukan banyak dosa dalam kehidupan ini meskipun Beliau diolok-olok dan merasakan kesakitan. Hal ini dapat kita lihat dari pengorbanan Yesus yang rela memberikan nyawanya untuk menebus dosa-dosa kita di kayu salib. Kematian Yesus tersebut membuka jalan bagi keselamatan dan kehidupan kekal untuk kita para umatnya yang percaya pada-Nya.
Maka dari itu, di momen yang istimewa ini, marilah kita tidak hanya merenungkan kasih Allah yang luar biasa, tetapi juga berusaha untuk menunjukkan kasih itu kepada orang lain melalui tindakan nyata. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil dulu, seperti:
Memberikan Waktu dan Perhatian Kepada Orang Lain
melayani di komunitas

INGIN TAHU LEBIH LANJUT?
Postingan Baru


Ulang Tahun Lifehouse Bali 2024

Meneladani Pengorbanan Yesus di Paskah

